Tentang Pusat Unggulan Sains, Teknologi dan Inovasi Kelautan (PUSTIK)

Tentang Pusat Unggulan Sains, Teknologi dan Inovasi Kelautan (PUSTIK)

Pusat Unggulan Sains, Teknologi dan Inovasi Kelautan (PUSTIK) dibentuk sebagai unit strategis untuk mendukung visi Universitas Hang Tuah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (ipteks) kelautan yang adaptif, unggul dan berdampak bagi kemajuan bangsa. Pembentukan PUSTIK didorong oleh tantangan global di bidang kelautan, antara lain perubahan iklim, penguatan ekonomi biru, transformasi digital maritim, ketahanan pangan berbasis sumber daya laut, serta inovasi teknologi perkapalan dan transportasi laut. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan riset akademik, tetapi juga inovasi teknologi yang aplikatif dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi ini adalah Pusat Unggulan Sains, Teknologi, dan Inovasi Kelautan selanjutnya disingkat PUSTIK. PUSTIK dibentuk pada tahun 2023 sesuai surat keputusan Nomor: kep/634.1/UHT.B0.01/X1/2023 sebagai unit strategis di lingkungan Universitas Hang Tuah dalam rangka mendukung penguatan riset unggulan, pengembangan teknologi tepat guna, serta inovasi berbasis kebutuhan masyarakat di bidang kelautan.

Keberadaan PUSTIK selaras dengan arah kebijakan nasional, khususnya Asta Cita dan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) pada klaster prioritas kemaritiman, energi, pangan, kebencanaan, TIK, dan material maju. PUSTIK berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong hilirisasi riset dan komersialisasi inovasi, serta mengembangkan potensi lokal berbasis kearifan lokal untuk mendukung pembangunan yang merata dan berkeadilan di wilayah pesisir.

Secara umum, PUSTIK bertujuan mengembangkan sains, teknologi dan inovasi kelautan yang menjadi penghubung antara peneliti, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam menghasilkan inovasi aplikatif dan berdampak. Secara khusus, PUSTIK mengarahkan pengembangan penelitian multidisiplin kelautan, penciptaan teknologi inovatif di bidang perkapalan, perikanan, oseanografi terapan, energi terbarukan kelautan dan teknologi pelabuhan, penguatan ekosistem hilirisasi riset melalui inkubasi inovasi dan kolaborasi industri, penyediaan data dan model kelautan berbasis sains dan teknologi, serta peningkatan kapasitas SDM pesisir melalui pelatihan, pendampingan teknologi, dan literasi digital kelautan.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa PUSTIK telah memiliki mandat kelembagaan yang jelas, struktur organisasi yang terbentuk, serta kelompok riset multidisiplin yang mencakup bidang teknik perkapalan, teknik sistem perkapalan, teknik elektro, oseanografi, perikanan, dan teknik kelautan. Aktivitas penelitian telah menghasilkan publikasi nasional dan internasional, partisipasi dalam forum ilmiah bereputasi, serta luaran berupa prototipe dan kekayaan intelektual (paten, paten sederhana, dan hak cipta). Dukungan sarana prasarana laboratorium fakultas telah tersedia, meskipun integrasi antar laboratorium dan penguatan peralatan riset mutakhir masih perlu ditingkatkan. Pengelolaan data kelautan juga belum sepenuhnya terintegrasi dalam platform digital terpadu berbasis data driven decision support system. Dalam aspek kemitraan, komunikasi dan kerja sama awal dengan pemerintah dan industri maritim telah terjalin, namun hilirisasi hasil riset masih berada pada tahap awal. Tantangan utama meliputi peningkatan tingkat kesiapan teknologi (TKT), standarisasi produk, model bisnis berbasis industri, serta integrasi kegiatan pengabdian masyarakat ke dalam skema living laboratory desa pesisir binaan secara berkelanjutan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pengembangan PUSTIK mengusung dua strategi utama yang terintegrasi, yaitu (1) Academic Excellence dan (2) Commercialization and Implementation (Science and Technology Commercialization/STC). Strategi Academic Excellence difokuskan pada peningkatan kualitas riset melalui publikasi ilmiah bereputasi internasional, penyelenggaraan konferensi internasional, kunjungan lembaga internasional, penguatan paten dan hak cipta, pengelolaan jurnal ilmiah terakreditasi, serta pengembangan SDM unggul termasuk lulusan doktor berbasis riset PUSTIK. Sementara itu, strategi Commercialization and Implementation diarahkan pada peningkatan kontrak riset nasional dan internasional, kontrak non-riset berupa pelatihan dan transfer teknologi, pengembangan produk berbasis sumber daya lokal, pemanfaatan produk inovasi oleh mitra, kontrak bisnis komersialisasi dengan industri, pembentukan unit bisnis jasa berbasis kompetensi, serta pembinaan koperasi nelayan sebagai bentuk implementasi inovasi di masyarakat pesisir.

Roadmap pengembangan PUSTIK dirancang secara bertahap hingga tahun 2030. Periode 2023–2025 difokuskan pada penguatan fondasi riset unggulan kelautan, meliputi teknologi alat bantu penangkapan ikan berbasis cahaya dan bunyi, kapal pengumpul sampah berbasis energi surya dan piezoelektrik, biodiesel biji ketapang untuk kapal, teknologi pengolahan garam energi surya, teknologi penangkapan lobster, sistem survei kelautan berbasis IoT, serta inovasi perancangan kapal niaga berbasis teknologi hijau. Periode 2026–2028 diarahkan pada konsolidasi organisasi, pembentukan kelompok riset, peningkatan kolaborasi dan publikasi bereputasi, pengembangan prototipe inovasi, penguatan sistem data kelautan, pengembangan living lab desa pesisir binaan, serta penerapan teknologi hasil riset pada mitra industri dan pemerintah. Selanjutnya periode 2029–2030 ditargetkan sebagai fase hilirisasi skala luas dan kepemimpinan inovasi kelautan nasional yang berdaya saing global.

Melalui program dan kegiatan yang dirancang, PUSTIK diharapkan menghasilkan luaran strategis berupa publikasi internasional bereputasi, paten dan hak cipta teknologi kelautan, kontrak riset dan bisnis dengan industri, produk inovasi berbasis sumber daya lokal yang dimanfaatkan masyarakat dan industri, unit bisnis layanan teknologi kelautan, serta model living laboratory desa pesisir binaan yang berkelanjutan. Dampak yang diharapkan tidak hanya pada peningkatan reputasi akademik universitas, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan ekonomi biru, peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta kontribusi nyata bagi pembangunan nasional berbasis inovasi teknologi kelautan. Dengan demikian, pengembangan PUSTIK merupakan langkah strategis Universitas Hang Tuah dalam mewujudkan pusat unggulan riset kelautan yang unggul secara akademik, kuat dalam hilirisasi dan komersialisasi inovasi, serta berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan maritim, ekonomi biru, dan pembangunan berkelanjutan Indonesia