Latar Belakang
Universitas Hang Tuah adalah perguruan tinggi yang memiliki visi dan misi mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni (ipteks) kelautan untuk mendukung kemajuan bangsa. Di era saat ini, perkembangan isu global, khususnya di bidang kelautan seperti perubahan iklim, ekonomi biru, transformasi digital, ketahanan pangan dari sumberdaya laut dan inovasi teknologi perkapalan serta transportasi laut menuntut perguruan tinggi memiliki keunggulan yang terarah, adaptif dan berdampak.
Sejalan dengan semangat transformasi pendidikan tinggi sebagai upaya penguatan riset berdampak, Universitas Hang Tuah membentuk Pusat Unggulan Sains, Teknologi dan Inovasi Kelautan (PUSTIK) sebagai unit strategis untuk mendukung tercapainya visi misi UHT dalam mengembangkan penelitian unggulan, teknologi tepat guna dan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat, serta memperluas jaringan kemitraan di dunia usaha dan dunia industri. PUSTIK diharapkan juga berkontribusi mendukung Asta Cita 1: Mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia.
PUSTIK berperan dalam mendukung peningkatan kualitas SDM melalui riset unggulan dan kolaborasi akademik. Kegiatan riset yang terintegrasi dalam pusat unggulan akan menghasilkan ilmu dan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan melahirkan inovator masa depan, Asta Cita 4: Meningkatkan produktivitas dan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas melalui hilirisasi riset dan komersialisasi inovasi, PUSTIK mendorong penciptaan produk-produk berbasis teknologi yang berpotensi membuka lapangan kerja baru, khususnya melalui inkubasi bisnis, start-up berbasis teknologi, serta kerja sama dengan dunia industri, Asta Cita 6 : Mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan dengan mendorong pengembangan riset unggulan, dengan mengembangkan potensi riset lokal berbasis kearifan lokal juga akan terangkat dan memberikan dampak bagi masyarakat sekitar. Keberadaan PUSTIK selaras dengan fokus Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), khususnya pada klaster prioritas bidang kemaritiman, energi, pangan, kebencanaan, teknologi informasi dan komunikasi serta material maju.